Mitos Seram Bunga Kertas yang Masih Dipercaya Sampai Sekarang

Tanaman bougainvillea atau yang lebih dikenal sebagai bunga kertas memang terkenal karena kecantikan dan kemudahan perawatannya. Namun, di balik warna-warni bunganya yang mempesona, tersimpan sejumlah mitos dan pantangan yang masih dipercaya kuat oleh masyarakat Indonesia hingga saat ini.

Berbagai daerah, khususnya Jawa, Bali, dan Sumatera, memiliki kepercayaan bahwa menanam bunga kertas di tempat tertentu dapat mendatangkan sial, menghambat jodoh, hingga menjadi tempat bersemayam makhluk halus. Mitos-mitos ini telah diwariskan secara turun-temurun dan masih memengaruhi keputusan banyak orang dalam menata pekarangan rumah.

Artikel ini akan mengupas tentang tujuh mitos paling melegenda seputar bunga kertas yang paling sering didengar, lengkap dengan asal-usul kepercayaan tersebut serta pandangan rasional di baliknya.

Mitos Bougainvillea (Bunga Kertas)

Bougainvillea atau yang lebih populer dengan sebutan bunga kertas merupakan salah satu tanaman hias merambat paling digemari di Indonesia. Keindahannya terletak pada “bunga” warna-warni yang bergerombol mirip anggur, padahal yang kita lihat sebenarnya adalah daun khusus (braktea), sedangkan bunga aslinya kecil dan berwarna putih/krem di tengahnya.

Tanaman ini tersedia dalam berbagai warna cerah: merah, pink, magenta, ungu, oranye, hingga putih. Berasal dari Amerika Selatan, bougainvillea sangat cocok dengan iklim tropis Indonesia karena:

  • Menyukai sinar matahari penuh
  • Tahan kekeringan
  • Mudah dirawat (cukup disiram 1–2 kali seminggu + pupuk sebulan sekali)
  • Mekar sepanjang tahun jika mendapat cukup cahaya

Bunga kertas sering dimanfaatkan sebagai tanaman pagar hidup, penutup pergola, hiasan pot gantung, atau penghias tembok. Duri-duri tajam di sepanjang batangnya juga berfungsi sebagai perlindungan alami dari hama dan hewan pengganggu.

Namun, di balik kecantikan dan kemudahan perawatannya, tanaman ini justru dikelilingi banyak mitos dan pantangan yang masih dipercaya kuat oleh masyarakat mulai dari larangan menanam di depan rumah karena “bikin susah jodoh” hingga kepercayaan bahwa ia menjadi tempat favorit makhluk halus.

Banyak orang bahkan menganggap bunga kertas sebagai “tanaman terlarang” karena diyakini bisa mendatangkan sial, menghambat jodoh, hingga menjadi tempat bersemayam makhluk halus. Mitos-mitos ini masih sangat hidup, terutama di kalangan masyarakat yang masih mempercayainya.

Sebelum kita membahas mitos-mitos tersebut, mari pahami dulu apa itu mitos secara tepat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mitos adalah: “cerita suatu bangsa tentang dewa dan pahlawan zaman dulu, mengandung penafsiran tentang asal-usul semesta alam, manusia, dan bangsa itu, yang dianggap oleh yang punya cerita benar-benar terjadi.”

Dalam pengertian yang lebih luas terutama dalam folklor Indonesia, istilah mitos juga digunakan untuk menyebut cerita tradisional atau kepercayaan rakyat yang dianggap suci/sakral oleh masyarakat pendukungnya, meskipun tidak selalu melibatkan dewa atau asal-usul alam semesta. Kepercayaan seputar bunga kertas termasuk dalam kategori mitos lokal atau mikromitos yang hidup di lingkup kecil (kampung, keluarga, atau satu daerah).

Berikut 7 Mitos Menyeramkan Bunga Kertas (Bougainvillea) yang Paling Populer di Indonesia

  1. Bikin Susah Jodoh / Lama Menikah Mitos paling terkenal. Kalau menanam bunga kertas (terutama warna merah/ungu) di depan rumah, anak gadis di rumah itu akan susah dapat jodoh. Alasannya: “bunganya cantik tapi tidak berbuah” → simbol “cantik tapi tak laku”.
  2. Tempat Kesukaan Kuntilanak & Makhluk Halus Banyak yang percaya bunga kertas warna mencolok (terutama yang ditanam di sudut gelap atau dekat pohon besar) jadi tempat favorit kuntilanak, genderuwo, atau wewe gombel bersemayam. Makanya sering terdengar suara tangisan malam hari kalau ada bunga kertas lebat.
  3. Mendatangkan Energi Panas & Pertengkaran Warna merah/oranye dianggap memancarkan “aura panas” yang membuat penghuni rumah mudah emosi, gampang marah, dan sering bertengkar. Banyak yang menyarankan hanya boleh ditanam di belakang rumah agar energinya “tidak masuk”.
  4. Pemborosan Rezeki Ada kepercayaan kalau bunga kertas terlalu banyak di pekarangan, uang rumah tangga akan cepat habis, sulit menabung, dan rezeki seret. Katanya “bunganya mekar terus, tapi tidak ada hasilnya” → simbol pemborosan.
  5. Pertanda Kematian atau Musibah Khusus di Jawa Tengah & Jawa Timur: kalau bunga kertas tiba-tiba mekar sangat lebat di luar musimnya (apalagi di bulan Suro/Muharram), dianggap pertanda ada anggota keluarga yang akan meninggal atau sakit keras.
  6. Jangan Pernah Memetik Bunganya Malam Hari Memetik bunga kertas pada malam hari (terutama Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon) konon bisa “memanggil” makhluk halus atau membuat yang memetik sakit-sakitan, pusing tujuh hari tujuh malam.
  7. Menyebabkan Perselingkuhan atau Retaknya Rumah Tangga Versi yang lebih ekstrem: bunga kertas merah di depan rumah bisa meningkatkan gairah selingkuh salah satu pasangan, bahkan sampai bercerai. Makanya banyak yang langsung mencabut kalau sudah mulai sering bertengkar tanpa sebab.

Catatan penting: Semua mitos di atas tidak memiliki dasar ilmiah dan termasuk dalam kategori kepercayaan rakyat lokal (mikromitos). Namun sampai sekarang masih sangat kuat di pedesaan dan beberapa perumahan di Jawa, Bali, dan Sumatera.

Itulah beberapa mitos seputar bunga kertas (Bougainvillea) yang hingga kini masih hidup dan dipercaya oleh sebagian masyarakat Indonesia. Pada dasarnya, semua mitos tersebut tidak memiliki bukti ilmiah dan termasuk dalam kategori kepercayaan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Jadi, percaya atau tidak, sepenuhnya kembali kepada pandangan kalian masing-masing.

Bagi yang tidak mempercayai mitos tersebut, silakan tanam dan rawat bunga kertas dengan tenang! Tanaman ini tetap menjadi salah satu pilihan terbaik untuk mempercantik rumah, teras, pagar hidup, atau taman. Warna-warni brakteanya yang cerah, perawatan yang mudah, serta kemampuannya mekar sepanjang tahun akan membuat hunian kalian tampak lebih indah, segar, dan bernuansa klasik-tropis.

Bagi yang masih ragu atau memilih menghormati kepercayaan keluarga/orang tua, kalian bisa menyiasatinya dengan:

  • Menanam di bagian samping atau belakang rumah
  • Menggunakan pot gantung di teras belakang
  • Memilih warna putih atau pink muda yang dianggap “lebih aman” oleh sebagian orang

Yang terpenting, jagalah harmoni dan saling menghormati dalam keluarga serta lingkungan sekitar. Keindahan bunga kertas tidak pernah salah, yang menentukan baik buruknya adalah cara kita menyikapinya. Jadi, jangan takut untuk menanam bunga kertas!
Tanaman ini tetap menjadi salah satu tanaman hias paling cantik, mudah dirawat, tahan panas, dan mampu memberikan warna ceria sepanjang tahun. Kalau kalian suka, tanamlah dengan hati senang di depan rumah, di pagar, di pot gantung, atau di mana saja yang kalian mau. Keindahannya jauh lebih besar daripada mitos yang tak terbukti.