Apa saja yang boleh dimakan? Mana yang berbahaya? Berapa porsi yang pas? Dan bagaimana menyusun menu harian yang benar-benar mirip dengan pola makan mereka di alam liar?
Sugar glider adalah hewan nektrarivora-insektivora, artinya di alam liar mereka mengonsumsi nektar, getah pohon, serangga, dan sedikit buah. Memberi makan yang salah (terlalu banyak buah, kurang protein, atau makanan beracun) bisa menyebabkan obesitas, malnutrisi, hingga metabolic bone disease (MBD).Artikel ini akan membahas daftar lengkap makanan yang aman dan direkomendasikan, makanan yang harus dihindari, takaran yang tepat, serta contoh menu harian yang sudah terbukti sehat dan disukai sugar glider. Yuk, simak baik-baik supaya joey kesayangan kalian tumbuh sehat, aktif, dan berumur panjang!
![]() |
| Contoh beberapa jenis makanan Sugar Glider |
Nama “sugar glider” tidak datang begitu saja. Kata “sugar” merujuk pada kecintaan mereka terhadap makanan manis seperti nektar, getah pohon (acacia gum), dan buah-buahan matang, sedangkan “glider” menggambarkan kemampuan meluncur mereka hingga jarak 50 meter di antara pepohonan.
Di alam liar (Australia, Papua Nugini, dan Indonesia), sugar glider adalah hewan nokturnal yang hidup berkelompok (koloni) di atas pohon. Pola makan alaminya sangat beragam:
- Nektar dan serbuk sari (sekitar 50–75 % dari diet harian)
- Getah pohon (terutama akasia)
- Serangga kecil (jangkrik, ngengat, kumbang)
- Buah-buahan segar (dalam jumlah terbatas)
- Kadang-kadang telur burung kecil atau anak burung yang masih lemah
Setelah melahirkan, induk sugar glider biasanya memiliki 1–2 joey (bayi) yang langsung merayap masuk ke dalam kantong (pouch) di perutnya. Joey akan tinggal dan menyusu di dalam pouch selama 70–100 hari, kemudian mulai keluar untuk belajar meluncur dan mencari makan bersama induk serta koloninya.
Memahami pola makan dan perilaku alami ini sangat penting agar kita bisa menyusun diet penangkaran yang sehat dan seimbang bagi sugar glider peliharaan. Yuk, lanjut ke daftar makanan yang aman dan yang wajib dihindari!
Bagi pecinta hewan (pet lover) yang baru memelihara sugar glider, penting untuk mengetahui bahwa pola makan mereka harus meniru habitat alami di Australia dan Papua Nugini, di mana mereka mengonsumsi nektar, getah pohon, serangga, dan sedikit buah. Informasi lama yang menyebutkan "75% buah-sayur + 25% protein" sudah tidak direkomendasikan karena berisiko menyebabkan malnutrisi, obesitas, dan kekurangan kalsium (MBD).
Menurut panduan terkini dari Association of Sugar Glider Veterinarians (ASGV) dan dokter hewan eksotik, rasio diet harian yang aman adalah:
- 75% makanan pokok: Pellet atau kibble khusus sugar glider (misalnya Mazuri Insectivore Diet atau Exotic Nutrition Premium Diet) untuk nutrisi lengkap dan rendah gula.
- 25% variasi: Campuran buah, sayur, dan protein segar (diberikan malam hari, buang sisa pagi harinya).
- Tambahan wajib: Taburkan suplemen kalsium + vitamin D3 (seperti Rep-Cal) setiap hari, dan multivitamin 3–4 kali seminggu. Berikan air segar selalu tersedia.
Sugar glider dewasa (berat 80–160 gram) butuh sekitar 15–20% berat badannya per hari (total 1–2 sdm). Mereka memang menyukai rasa manis, tapi batasi untuk menjaga kesehatan gigi dan berat badan. Berikut contoh makanan aman yang bisa kalian berikan kepada sugar glider peliharaan kalian di rumah: (tidak lupa untuk selalu mencuci bersih buah dan sayuran, potong dengan ukuran kecil, dan variasikan agar tidak bosan. Ingat! Hindari makanan beracun seperti cokelat, bawang, atau alpukat.)
Buah-buahan & Sayuran (maksimal 10–15% dari total diet, prioritaskan rendah gula)
Buah-buahan (pilih segar, tanpa biji/kulit): Apel, anggur (potong ukuran kecil), buah ara, berry (blueberry/strawberry), blewah, kiwi (tanpa biji), mangga, melon, pepaya, pir, semangka, pisang (sedikit saja).
Porsi harian: ¹/₂ –1 sdt per glider.
Batasi atau hindari: Alpukat (toksik), aprikot/persik/plum (biji beracun), ceri/jeruk/kurma/kismis/nanas (terlalu manis, maksimal 1x seminggu).Sayuran (prioritas hijau, rendah oksalat): Brokoli, kecambah, pakcoy, sawi hijau, mentimun, selada romaine, wortel (dengan daunnya).Porsi harian: ¹/₂ –1 sdt per glider. Hindari: Bayam/jamur/tomat (tinggi oksalat, picu batu ginjal); jagung manis/ubi jalar/kacang-kacangan (tinggi karbo, batasi); labu (ok, tapi jarang).- Protein (wajib 10–15%, utama dari hewani untuk asam amino lengkap)Nabati (sebagai pelengkap): Tahu kukus polos (tanpa bumbu), kacang tanah rebus (tanpa garam, sedikit saja).Hewani (sumber utama): Daging ayam rebus tanpa kulit & bumbu (potong kecil), telur rebus atau orak-arik (tanpa minyak/garam), mealworm hidup/kering (3–5 ekor setiap 2 hari; pastikan bebas pestisida, "gut-load" dengan sayur dulu). Porsi harian: ¹/₂ sdt per glider. Hindari: Susu kedelai (terlalu tinggi lemak); protein mentah atau olahan berbumbu.
- Cemilan (maksimal 5%, 2–3x seminggu sebagai reward)Yogurt tawar plain (tanpa gula, ¼ sdt), keju cottage rendah lemak (jarang), stik ikan kering tanpa garam (sedikit), atau susu khusus bayi (formula glider seperti Gliderade, jika joey).
Catatan: Berikan di luar jam makan utama untuk bonding, tapi jangan berlebihan. Hindari selai (gula tinggi) atau cereal (karbo berlebih).
Cara menyajikan buah dan sayur untuk sugar glider dengan aman
- Kupas kulitnya jika perlu (misalnya apel, mangga, wortel).
- Buang biji dan bagian yang keras/beracun (biji apel, biji mangga, dll).
- Potong kecil-kecil (seukuran kuku jari) agar mudah dimakan dan mencegah tersedak.
- Total buah + sayur: 1–1¹/₂ sendok teh (sekitar 5–8 gram). Contoh: ¹/₂ sdt buah + 1 sdt sayur, atau sebaliknya.
- Untuk joey (di bawah 6 bulan OOP) atau glider yang sedang dalam masa pertumbuhan: bisa ditambah sedikit (±2 sdt total).
Perlu diingat: buah dan sayur hanya sebagai pelengkap, bukan makanan utama. 75 % kebutuhan nutrisi harus berasal dari pellet khusus sugar glider + protein berkualitas + suplemen kalsium setiap hari.
Dengan porsi kecil seperti ini, kalian tetap bisa memanjakan glider tanpa risiko obesitas, gigi berlubang, atau kekurangan nutrisi. Selalu buang sisa makanan yang tidak habis dalam 4–6 jam agar tidak basi.
![]() |
| Ilustrasi Gambar Makanan Sugar Glider |
Meskipun pellet khusus sudah dirancang lengkap, sugar glider tetap membutuhkan tambahan suplemen setiap hari untuk mencegah penyakit paling umum, yaitu Metabolic Bone Disease (MBD).
- Kalsium + Vitamin D3 → setiap hari (contoh: Rep-Cal Calcium with D3, Glider-Cal, atau Repashy Calcium Plus LoD).
- Multivitamin khusus sugar glider → 3–4 kali seminggu (contoh: Repashy SuperVite, Gliderade, atau Exotic Nutrition Glider Booster).
Jangan pernah lupa menyediakan air bersih dan segar setiap hari, meskipun sugar glider memang minum sangat sedikit (biasanya hanya 5–15 ml per hari). Air tetap sangat penting untuk hidrasi, pencernaan, dan mencegah dehidrasi terutama saat cuaca panas atau saat mereka makan banyak makanan kering (seperti pellet atau serangga k88).
Tips praktis:
- Gunakan botol minum khusus hewan kecil (water bottle dengan bola stainless steel) ini paling higienis karena tidak mudah tumpah atau terkontaminasi kotoran/tinja.
- Alternatif: mangkuk kecil dari keramik/stainless steel yang berat (agar tidak mudah terbalik), tapi harus dicuci setiap hari.
- Isi dengan air matang yang sudah didinginkan atau air mineral tanpa gas. Hindari air keran langsung jika kualitas air di daerah kalian kurang baik.
- Ganti air setiap hari dan cuci botol/mangkuk minimal 2–3 kali seminggu dengan air panas + sabun aman hewan.
Jadwal makan yang paling ideal & direkomendasikan:
Waktu | Porsi & Jenis Makanan | Alasan |
Pagi hari (pukul 07.00–09.00). | Buang sisa makanan malam → berikan sedikit treat | Memberi “sarapan ringan” agar mereka tidak kelaparan saat baru bangun. |
Malam hari (pukul18.00–20.00). | Makanan utama (75 % pellet + 25 % buah, sayur, protein segar + suplemen kalsium) | Saat mereka paling aktif & lapar → nafsu makan paling tinggi. |
Catatan penting:
- Makanan utama wajib diberikan malam hari (minimal 1–1¹/₂ sendok makan per glider dewasa).
- Pagi hari hanya cemilan kecil atau boleh dilewati sama sekali kalau kalian tidak sempat.
- Selalu buang sisa makanan dalam waktu 4–6 jam agar tidak basi atau ditumbuhi jamur.
- Jika kalian ingin bonding di siang/sore hari, cukup keluarkan glider dari sleeping pouch dan ajak main di ruangan remang-remang. Jangan pakai lampu terang atau memaksa mereka terjaga lama dan itu bisa mengacaukan hormon serta siklus tidurnya.
Meskipun sugar glider sangat menyukai rasa manis, tidak semua makanan manis aman untuk mereka. Beberapa jenis makanan bahkan bersifat beracun dan dapat menyebabkan kerusakan organ, kejang, hingga kematian dalam hitungan jam. Jadi, tolong hafalkan dan jauhkan daftar ini dari kandang mereka selamanya
Kategori | Hindari Makanan | Alasan & Risiko |
Cokelat & Kafein | Cokelat (semua jenis), kopi, teh, minuman berenergi. | Mengandung theobromine & kafein → keracunan jantung, kejang, kematian |
Pemanis Buatan | Aspartam, xylitol, sakarin, permen karet, bebas gula. | Xylitol sangat beracun → gagal hati akut dalam 24–48 jam |
Gula & Permen | Gula pasir, permen, lolipop, marshmallow, jelly, sirup berlebih. | Gigi berlubang cepat, obesitas, diabetes, diare kronis |
Susu Hewani | Susu sapi, susu kental manis, es krim, keju biasa. | Intoleransi laktosa tinggi → diare parah, kembung, dehidrasi |
Bawang & Allium | Bawang merah, bawang putih, | Menghancurkan sel darah merah → anemia hemolitik berat |
Alpukat | Seluruh bagian alpukat (daging, kulit, biji). | Mengandung persin → gangguan jantung & pernapasan |
Biji Buah Beracun | Biji apel, ceri, peach, aprikot, plum, mangga besar. | Mengandung sianida → keracunan akut |
Sayur Beracun | Daun & batang tomat, terong, kentang mentah, rhubarb. | Solanine & tomatine → gangguan saraf & pencernaan |
Makanan Pestisida | Buah/sayur yang belum dicuci bersih, | Keracunan pestisida → gagal organ |
Makanan Manusia | Gorengan, makanan berbumbu, keripik, makanan kaleng, | Garam, lemak, & bumbu berlebih → gagal ginjal & hati |
Tips supaya aman:
- Jika ragu, jangan diberikan sama sekali.
- Simpan semua makanan manusia di luar jangkauan glider (mereka pintar membuka lemari!).
- Selalu cuci buah & sayur dengan air mengalir + sedikit cuka makanan, bilas bersih.
- Gunakan hanya pellet, buah, sayur, & protein dari daftar aman yang sudah terbukti.
Dengan diet ini, sugar glider peliharaan kalian akan tetap aktif, sehat, dan bebas dari penyakit umum. Pantau berat badan dan tinja secara rutin, jika ada gejala seperti lesu atau tremor, segera konsultasi dokter hewan. Makanan yang salah adalah penyebab utama kematian sugar glider peliharaan. Dengan menghindari daftar di atas, kalian sudah melindungi glider kesayangan dari bahaya terbesar.
| Sugar Glider eating green veggies |
Masalah kesehatan yang paling sering terjadi & harus diwaspadai:
- Metabolic Bone Disease (MBD) → kekurangan kalsium & D3 → tremor, lumpuh, tulang rapuh, bahkan kematian.
- Dehidrasi & gangguan pencernaan → sembelit berat atau diare → bisa fatal dalam 24–48 jam.
- Infeksi parasit (kutu, cacing, giardia) → bulu rontok, gatal terus-menerus, lemas.
- Cedera → kuku robek, patah tulang saat meluncur, luka karena berkelahi.
- Self-mutilation → menggigit ekor/badan sendiri karena stres berat.
- Stres kronis → hilang nafsu makan, makan berlebihan (binge eating), overgrooming sampai botak, panik berputar-putar di kandang.
- Lesu, tidak mau meluncur, atau hanya tidur terus
- Tremor/kaki belakang lemah
- Tinja lembek atau sangat keras
- Bulu rontok atau botak
- Luka, bengkak, atau darah
- Menolak makan/minum lebih dari 12 jam
Tips supaya glider selalu sehat & bahagia:
- Check-up rutin minimal 1 tahun sekali (idealnya 6 bulan sekali) ke dokter hewan spesialis eksotik.
- Berikan diet yang benar + suplemen kalsium setiap hari.
- Jaga kebersihan kandang, suhu 24–28 °C, dan kelembapan 50–70 %.
- Hindari overhandling, beri teman sejenis (minimal berpasangan), dan banyak mainan/enrichment.
- Catat berat badan mingguan, apakah mengalami penurunan/kenaikan mendadak yang merupakan alarm merah.
Sugar glider bisa hidup 10–15 tahun kalau dirawat dengan benar. Jadi, jadikan mereka bagian dari keluarga yang benar-benar kalian sayangi dengan cara memberikan perhatian pada pola makan yang tepat, dan kunjungan rutin ke dokter hewan.
Baca juga artikel lainnya :


